|
S
|
lamat
menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakanya J
kali ini mimin bakalan ngasih sedikit informasi mengenai pornografi
Gimana nih
menurut para pendaba keluarga aman dan nyaman kalo semisal pornografi ini
dikonsumsi oleh keluarga kita baik dalam bentuk bacaan teks maupun gambar dan
video yang mengarah ke eksploitasi bagian tubuh manusia ini, baik kah atau
tidak bagi anggota keluarga kita
Eetss,,
jawabnya di simpen dulu sebelum intu yook kita baca dulu artikel kita berikut
yang berjudul “kecanduan Pornografi Bahayakah..? “agar
dapat menjadi dasar kita dalam berargument nantinya
Selamat
membaca Gaes :D
Kecanduan Pornografi Bahayakah
Sebagian
besar pasutri di belahan dunia manapun bila di tanya ..apa alasan kalian
menonton film adult ini ? dari sebagian koresponden yang ada mereka lebih
cenderung menjawab dengan alasan untuk modal foreplay atau pemanasan sebelum
melakukan hubungan suami istri
Kan isinya lebih banyak mengarah
ke hubungan intimnya bukan pemanasanya ? banyak yang bingung dalam menjawab
pertanyaan ini tapi tetap ada yang menjawabnya “ya biar panas gitulah hehe”
ujarnya..
Tapi perlu
diketahu bahwa pornografi
ternyata dapat menimbulkan kecanduan yang membuat kualitas hidup seseorang
menjadi turun dan Para ahli banyak yang tak sependapat mengenai kata
‘kecanduan’ atau addiction
dalam hal pornografi. Seperti yang disampaikan oleh Louanne Cole Weston,
PhD., seorang terapis seksual, “Lebih cocok jika hal ini disebut sebagai
dorongan (compulsion).” Namun
memang tak bisa dipungkiri, ada beberapa hal dari masalah gandrung pornografi
ini yang lebih mirip dengan kecanduan atau ketergantungan.
seorang psikolog dari Universitas Pennsylvania,
Amerika Serikat Mary Anne Layden, PhD, menyatakan bahwa penggunaan materi
pornografi yang bermasalah ini memiliki kriteria patologis yang mirip dengan
kecanduan judi atau pada zat terlarang. “Para terapis yang menangani pasien
pengguna materi pornografi berlebih menyatakan bahwa pasien mereka
memperlihatkan perilaku yang mirip dengan pasien ketergantungan lainnya.”
Adapun
ciri-ciri siapa yang kecanduan terhadap pornografi tsb.
Ciri-ciri
kecanduan pornografi
Baik
laki-laki maupun perempuan dapat sama-sama mengalami kecanduan atau
ketergantungan terhadap pornografi. Namun demikian, berdasarkan sebuah fakta
yang disampaikan oleh FoxNews mengenai topik pornografi ini bahwa 75 dari 85%
pengguna situs pornografi adalah laki-laki.
Jika Anda
memiliki kecurigaan bahwa pasangan (atau mungkin orang terdekat Anda) mengalami
hal-hal berikut ini, mungkin saja ia mengalami kecanduan pornografi!
- Pasangan semakin malas untuk bersosialisasi. Ia akan mengundurkan diri ke kamar saat ada tamu atau keluarga berkunjung, malas ikut acara kumpul-kumpul teman atau keluarga, bahkan tak ada inisiatif untuk mengobrol.
- Lebih sering Anda yang berinisiatif untuk berhubungan intim daripada dirinya. Anda merasa ia tak lagi tertarik untuk melakukan hubungan intim dengan Anda.
- Bersikap seperti ‘bukan dirinya’. Kondisi ini tidak hanya saat bercakap-cakap dengannya, tapi juga saat berhubungan intim. Ia bersikap kasar, kadang mengatakan hal-hal yang merendahkan saat berhubungan, bahkan Anda melihat tatapannya yang tidak terfokus pada Anda (melamun).
- Sering mengritik penampilan Anda. Pasangan yang biasanya menganggap Anda sempurna, tiba-tiba senang mengritik hal-hal yang berhubungan dengan penampilan seperti perut atau lengan Anda yang terlalu besar, rambut yang tidak rapi, kulit yang kurang halis dan lain sebagainya.
- Menghabiskan begitu banyak waktu di depan komputer atau laptop dan tidak ingin diganggu. Ia juga tidak mau Anda mendekat ketika sedang menonton sesuatu atau marah ketika Anda memintanya cepat-cepat menggunakan kamar mandi.
- Anda mulai menemukan banyak media berkonten pornografi seperti majalah dan DVD tersembunyi di berbagai tempat. Saat menggunakan komputer atau laptop Anda menemukan berbagai situs pornografi yang ‘seram-seram’ di internet browser history
Dampak buruk
yang dapat terjadi
Dan perlu diketahui Bahwa Kecanduan pornografi adalah
hal yang serius karena dapat
menurunkan kualitas hidup seseorang. Para pecandu pornografi begitu terfiksasi
dengan imajinasinya sehingga sulit untuk dapat berfungsi dengan normal. Mereka
seakan ‘terputus’ dari dunia nyata dan hanya ‘hidup’ dari satu rangsangan ke
rangsangan lainnya. Melupakan tanggung jawab dan keluarganya.
Dalam hal hubungan suami-istri, kecanduan pornografi
dapat membuat hubungan suami-istri berada di ujung jurang perpecahan. “Pasangan
yang normal akan menggunakan materi pornografi sebagai alat untuk menumbulkan
intimasi. Tapi bagi orang-orang tertentu, konten pornografi ini malah menjadi
lebih penting daripada hubungan intim itu sendiri sehingga mereka tidak lagi
tertarik pada pasangannya,” tutur Louanne lagi.
Sering kali, pasangan mereka juga tidak menyadari ada
masalah sampai akhirnya kecanduan tersebut semakin parah. Padahal, semakin
tinggi tingkat ketergantungannya, seperti juga pada ketergantungan yang lain,
maka penderita akan semakin sulit diterapi untuk kembali normal.
Tak jarang pecandu rela mengeluarkan dana begitu besar
untuk membeli atau mendapatkan konten pornografi yang mereka butuhkan. Bahkan
ada pencandu yang melampaui batas peminjaman kartu kreditnya demi mendapatkan
tayangan-tayangan pornografi. Konten ini umumnya digunakan sebagai alat untuk
bermasturbasi (memberikan kenikmatan seksual pada diri sendiri).
Sebagai catatan, di internet saat ini tersedia sekitar
4 juta situs berkonten pornografi dan 68 juta pencarian situs porno dalam
sehari! Hal ini menunjukkan bahwa kecanduan pornografi sudah semakin marak di
seluruh dunia.
PENTING !!!
Indonesia menduduki pringkat 10
besar sejak tahun 2005 iya 10 besar dalam hal pengakses situs porno terbesar di
dunia dan beritanya pada tahun 2015 ini indonesia ada pada peringkat 2sungguh
rekor yang sangat menyedihkan bilamana yang mengakses ini adalah para manusia
yan belum menikah apalagi di bawah umur (kompas.com)
Alasan
kenapa pornografi itu berbahaya.
1. Silakan baca ulang dampak dari
pornografi diatas
2. Diantara banyak kasus pelanggaran
asusila penyebab dasar dari kejadian itu adalah
-
Kesempatan
-
Niatan
-
Pengalaman
buruk (pernah menjadi korban asusila)
-
Pernah
melihat konten pornografi (terobsesi untuk mempraktikanya)
Semoga
bermanfaat dan dapat menjadi dasar argument saudara dalam menjawab di kolom
komentar apakah bahaya atau tidak bagi anggota keluarga kita..
Monggo di
jawab. :D
Oo ya hampir
lupa kalo butuh informasi bagaimana cara menyembuhkan kecanduan terhadap
pornografi sendiri di keluarga aman juga menyediakan solusinya di artikel
berikutnya
Karna
takafdol rasanya bila memberitahukan suatu virus tampa berbagi penawarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar