semoga
artikel yang saya persembahkan ini dapat menggugah hati panjenengan
agar menjadi manusia yang lebih taat karna dalam keluarga yang aman dan
nyaman terdapat ahlak pemuda yang budiman :)
WAHAI PEMUDA MALAS
Siapa
yang di maksud dengan pemuda malas itu ? apakah kita termasuk didalamnya ?
Mungkin
itulah pertanyaaan yang pasti muncul bila membaca judul dari artikel ini, dari
kebingungan yang ada kami berusaha menjawabnya dengan dasar al-qur’an dan
hadits yuh langsung aja di simak semoga bermanfaat dan dapat di sebarkan ke
sesama umat beragama.
Pada sebuah
kesempatan, Syaikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah ditanya, “Ada
seorang pemuda, ia mampu bekerja tapi enggan bekerja. Apa pendapat anda?”
Beliau
menjawab:
Pendapatku
sama dengan pendapat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,
أرى الشاب
فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني
“Aku
melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada
orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja.
Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku”
Dari pandangan di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam-pun telah menjawab pertanyaan di atas
dengan sabdanya
إن أطيب كسب
الرجل من يده
“Pendapatan
yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya”
Dan pada suatu kesempatan beliau
Rosulallah SAW pernah
melihat seorang lelaki yang kulit tangannya kasar, beliau bersabda,
هذه يد يحبها
الله ورسوله
“Tangan
ini dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya”
Dan ada pula
sabda lainya
إذا قامت
القيامة وفي يد أحدكم فسيلة فليغرسها
“Jika
qiamat telah datang, dan ketika itu kalian memiliki cangkokan tanaman,
tanamlah!”
Itu
menunjukan bahwasanya di waktu apapun selagi kita bisa bekerja maka kerjakanlah
dengan menggunakan al-qur’an dan hadist sebagai pedoman dalam bekerja.
KENAPA HARUS BEKERJA ?
Itu adalah
pertanyaan konyol, dengan logikapun bisa di jawab secara gamblang dan rosul
juga telah menjawabnya dalam sabdanya yang berbunyi
كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول
“Seseorang
itu sudah cukup dikatakan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang
yang menjadi tanggungannya”
Jika
seseorang duduk di masjid menyibukkan diri dalam urusan agama, menuntut ilmu
agama atau beribadah namun menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya, ia
adalah seorang pendosa. Ia tidak paham bahwa bekerja untuk menjaga iffah
dirinya, istrinya dan anak-anaknya adalah ibadah. Terdapat hadits shahih
dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الساعي على
الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله
“Petugas
pengantar shadaqah untuk janda dan orang miskin bagaikan mujahid di jalan Allah”
Al Baihaqi
dalam kitabnya, Syu’abul Iman, membawakan sebuah riwayat dari Umar radhiyallahu
‘anhu:
يا معشر
القراء (أي العباد) ارفعوا رؤوسكم، ما أوضح الطريق، فاستبقوا الخيرات، ولا تكونوا
كلاً على المسلمين
“Wahai
para pembaca Qur’an (yaitu ahli ibadah), angkatlah kepada kalian, sehingga
teranglah jalan. Lalu berlombalah dalam kebaikan. Dan janganlah menjadi beban
bagi kaum muslimin”
Dan
janganlah menjadi beban bagi orang lain. Muhammad bin Tsaur menceritakan, suatu
ketika Sufyan Ats Tsauri melewati kami yang sedang berbincang di masjidil
haram. Ia bertanya: ‘Kalian sedang membicarakan apa?’. Kami berkata: ‘Kami
sedang berbincang tentang mengapa kita perlu bekerja?’. Beliau berkata:
اطلبوا من
فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين
“Carilah
rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”.
Pada
kesempatan lain, Sufyan Ats Tsauri sedang sibuk mengurus hartanya. Lalu
datanglah seorang penuntut ilmu menanyakan sebuah permasalahan kepadanya,
padahal beliau sedang sibuk berjual-beli. Orang tadi pun lalu memaparkan
pertanyaannya. Sufyan Ats Tsauri lalu berkata: ‘Wahai anda, tolong diam, karena
konsentrasiku sedang tertuju pada dirhamku, dan ia bisa saja hilang (rugi)’.
Beliau pun biasa mengatakan,
لو هذه
الضيعة لتمندل لي الملوك
“Jika
dirham-dirham ini hilang, sungguh para raja akan memanjakan diriku”
Ayyub As
Sikhtiani berkata:
الزم سوقك
فإنك لا تزال كريماً مالم تحتج إلى أحد
“Konsistenlah
pada usaha dagangmu, karena engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung
pada orang lain”
Agama kita
tidak mengajak untuk miskin. Ali radhiallahu ‘anhu berkata:
لو كان الفقر
رجلاً لقتلته
“Andaikan
kefaqiran itu berwujud seorang manusia, sungguh akan aku bunuh ia”
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam juga berdoa,
اللهم إني
أعوذ بك من الكفر والفقر
“Ya
Allah, aku berlindung kepadamu dari kekafiran dan kefaqiran”
Maka wajib
bagi setiap muslim untuk bekerja, berusaha, bersungguh-sungguh dan tidak
menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya. Orang yang hanya duduk diam, ia
bukanlah mutawakkil (orang yang tawakal), melainkan ia adalah mutawaakil
(orang yang pura-pura tawakkal). Ini adalah kemalasan.
Manusia
diciptakan di dunia agar mereka dapat bekerja, berusaha dan bersungguh-sungguh.
Para nabi pun bekerja, Abu Bakar radhiallahu ‘anhu pun berdagang. Orang
yang berpendirian bahwa duduk diam tanpa bekerja adalah tawakkal, kemungkinan
pertama ia memiliki pemahaman agama yang salah, atau kemungkinan kedua ia
adalah orang malas yang gemar mempercayakan urusannya pada orang lain.
Kepada orang
yang demikian kami nasehatkan, perbaikilah niat anda dan carilah penghasilan
yang halal, bertaqwalah kepada Allah dan tetap berada dalam ketaatan.
Bersemangatlah untuk menghadiri perkumpulan penuntut ilmu dan menghadiri
majelis ilmu dengan tanpa menelantarkan orang yang menjadi tanggungan anda.
Orang yang inginnya meminta-meminta dari orang lain, Allah akan membukakan
baginya pintu kefaqiran. Orang yang bekerja, dialah orang yang kaya. Karena
kekayaan hakiki bukanlah harta, melainkan kekayaan jiwa. Orang yang kaya jiwanya
tidak gemar meminta-minta kepada orang lain.
Semoga Allah
Ta’ala memberi kita taufiq agar menjalankan apa yang Allah cintai dan
ridhai.
[Diterjemahkan
oleh Yulian Purnama dari Fatawa Syaikh Masyhur Hasan Salman, fatwa
no.94]
*) Beliau
adalah seorang ulama di masa ini yang berasal dari negeri Palestina, dan
merupakan salah seorang murid dari Asy Syaikh Al Allamah Muhammad
Nashiruddin Al Albani rahimahullah. Beliau dikenal sebagai seorang muhaqqiq
(peneliti), pakar hadits dan pakar fiqih.
terima kasih :) atas perhatian yang diberikan untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat sampai jumpa di lain artikel :)
Refrensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar